kayu hitam dari sulawesi tts
Semuakunci jawaban TTS untuk pertanyaan KAYU HITAM DARI SULAWESI . Cari Jawaban Teka Teki Silang (TTS). Kayu hitam dari Sulawesi: 5: eboni ☰ Soal TTS terkait. Mencakup. Sabar dan teliti, cermat. Irama musik. Buang (berpaling, tidak sudi melihat) Hildebrand (pemeran Negasonic Teenage Warhead dalam film Deadpool)
BeliKayu Hitam Online harga murah terbaru 2022 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%.
Kayuhitam sulawesi adalah sejenis pohon penghasil kayu mahal dari suku eboni-ebonian . Nama ilmiahnya adalah Diospyros celebica, yakni diturunkan dari kata "celebes" , dan merupakan tumbuhan endemik daerah itu. For faster navigation, this Iframe is preloading the Wikiwand page for Kayu hitam sulawesi.
Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS nama kayu hitam dari sulawesi. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil
Jeniskayu untuk photo wood, Transfer gambar dari HVS ke kayu, Gambar Kayu, Harga Photo Wood, Photowood, Lem DF 74, 14 Gambar Penjual Kayu Info Terbaru! - Bak Mandi Keramik yang satu ini sangat terkenal atas keunikannya. Warna, motif, serta teksturnya dijamin akan mem
Mann Mit Grill Sucht Frau Mit Kohle T Shirt. - Saat berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah, jangan lupa untuk sempatkan memburu oleh-oleh. Beragam jenis kuliner dan kerajinan dapat ditemukan di wilayah ini. Berikut 6 oleh-oleh populer khas Palu yang sudah dirangkum oleh 1. Bawang goreng Bawang goreng khas Palu Salah satu kuliner khas Palu yang bisa kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh adalah bawang goreng. Bawang goreng khas Palu memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan bawang goreng pada umumnya, yaitu teksturnya lebih renyah dan aromanya yang khas. Untuk mencari bawang goreng khas Palu tidak akan sulit. Kamu bisa mengunjungi pusat oleh-oleh di sekitar area Palu. Baca juga Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa 2. Kain tenun Kain khas Palu memiliki warna yang cerah cocok untuk dijadikan oleh-oleh bagi pencinta kain. Selain warna yang cerah, kain ini juga memiliki tekstur yang lembut. Motif kain yang terkenal adalah motif bunga dan burung maleo. Baca juga Citilink Buka Rute Baru ke Palu, Ambon, dan Palangkaraya 3. Kerajinan kayu hitam DOK. Google Maps/Nurul Nugrahaningrum Toko kerajinan kayu hitam Tidak hanya kain, kerajinan kayu hitam khas Palu juga bisa menjadi pilihan buah hitam yang digunakan dalam kerajinan ini adalah kayu eboni. Karya dari kayu hitam sangat bervariasi. Mulai dari gantungan kunci, pajangan, jam, kotak perhiasan, hingga patung. 4. Sarung Donggala Agmasari Kain tenun motif burung maleo, oleh oleh khas Palu. Selain kain tenun, sarung donggala juga merupakan hasil produksi kerajinan tenun tradisional khas Palu. Sarung Donggala memiliki ciri khas bahan yang lebuh halus. Hal ini karena sarung tersebut diproduksi secara tradisional menggunakan tangan. Harga untuk setiap sarung Donggala cukup beragam. Tergantung dari bahan dan motif yang dipilih. Baca juga Rumah Cokelat Hadir di Palu 5. Keripik buah naga Biasanya buah naga dinikmati dengan cara dijadikan jus atau dimakan secara langsung. Namun, jika berkunjung ke Palu, kamu bisa menemukan olahan buah naga yang tidak biasa. Yaitu dijadikan keripik yang renyah. Camilan unik satu ini mudah ditemukan diberbagai pusat oleh-oleh di area Palu, Sulawesi Tengah. Baca juga Tabaro Dange, Leker Sagu dari Palu 6. Cokelat banua Bagi kamu para pecinta cokelat, kamu bisa membawa pulang cokelat banua. Baca juga Asam Pedas Kaledo Khas Palu Sedikit berbeda dengan cokelat yang umumnya memiliki rasa manis, cokelat banua memiliki rasa yang lebih pahit. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Eboni, atau lebih populer dikenal dengan nama “ kayu hitam Sulawesi”, adalah salah satu dari sekian banyak jenis pohon endemik wallacea yang telah lama menjadi simbol kekayaan hayati di Pulau Sulawesi. Dengan dianugerahi oleh berbagai karakteristik istimewa, seperti teras kayu yang hitam elegan, pola serat kayu yang sangat unik, serta kualitas batang yang halus dan mengkilap. Maka wajarlah bila eboni disebut-sebut sebagai jawaranya kayu eksotis se Indonesia. Karena jenis kayunya yang tergolong mewah fancy wood dan sangat artististik inilah, maka tidak mengherankan apabila pohon ini senantiasa diburu oleh para pembalak kayu. Tentunya untuk kepentingan industri kerajinan Furniture maupun pasar luar negeri. Akibatnya, keberadaan kayu ini pun menjadi kian langka di hutan alam. Dan jumlahnya terus menurun hingga kini. Dalam sejarah timber trading di Indonesia, kayu eboni pernah dinobatkan sebagai “ raja kayu komersil “ pada rentang abad ke- 18 sampai dengan medio tahun 1990-an. Ketika itu, kayu eboni marak diperdagangkan sebagai kayu mewah ke pasar-pasar internasional di sejumlah negara di dunia. Terutama di pasar kerajinan Eropa dan industri kayu Jepang dengan kisaran harga yang sangat menggiurkan. Menurut perhitungan Kuhon 1987, sebagaimana dinukil Kinho 2013, nilai ekspor kayu eboni pada saat itu bisa mencapai US $ 5000/m3. Kalau dirupiahkan hari ini, mungkin nilainya bisa mencapai 60-70 jutaan per meter kubik. Sebuah angka yang " sangat fenomenal" yang pernah disumbang dari sektor bisnis kehutanan di masa melihat harga jualnya yang teramat fantastis ini mungkin bikin sebagian orang bertanya-tanya, mengapa kayu eboni dihargai sedemikian mahalnya di pasar kayu dunia?nah, jawaban yang menarik datang dari Rombe dan Raharjo 1982. Mereka mengatakan bahwa sebagian masyarakat di Eropa seperti Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan sebagian Asia yaitu Jepang dan Tiongkok ternyata “ sangat tergila-gila “ dengan karakteristik fisik kayu eboni. Variasi garis, guratan serat, serta warna kayu gubal yang dimilikinya terlihat sangatlah memikat dan elegan. Bahkan kalau di jepang, memiliki barang koleksi yang terbuat dari eboni akan meningkatkan status sosial seseorang di tengah masyarakat. Terlebih bila ia seorang pejabat atau mereka yang berasal dari kalangan atas. Bila menyimpan benda koleksi eboni, maka itu adalah suatu kebanggaan. Bagi mereka, karakteristik fisik eboni dinilai sangatlah indah, istimewa, serta penuh estetika. Keindahan alami semacam itu tidak dapat djumpai pada jenis kayu lainnya. Bahkan, asal tempat kayu ini pun hanya ada di Sulawesi, Indonesia. tidak ada di tempat lain di belahan dunia manapun. Kelas awet dan kelas kuatnya pun berada di peringkat satu dalam semua aspek. Dengan melihat berbagai fitur istimewa yang melekat pada eboni inilah yang barangkali membuat harga kayunya di pasaran menjadi sedemikian mahal. Namun di balik segala karakteristik, nilai estetika, maupun harga selangit yang disematkan padanya, muncul pertanyaan mendasar apa sesungguhnya kayu eboni itu?Eboni, Simbol Eksotisme Indonesia TimurSecara biologis, eboni pada dasarnya berasal dari marga Diospyros yang jumlahnya di dunia mencapai 500-600 spesies. Di Indonesia sendiri, tercatat sedikitnya ada 100 jenis kayu dari marga Diospyros di Indonesia. Namun menurut Alrasyid 2002, yang dapat diidentifikasi sebagai penghasil kayu eboni hanya ada tujuh jenis pohon, yaitu Diospyros celebica Bakh., Bakh., Bakh., Blanco., Koenig., Bakh., dan Peneliti BP2LHK Manado, Julianus Kinho sambil menukil hasil riset Alrasyid, mengungkapkan bahwa dari 7 jenis kayu eboni tersebut, terdapat dua jenis diantaranya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam perdagangan, yaitu Diospyros celebica dan Diospyros rumphii. Keduanya berturut-turut pertama kali dikenal sebagai “gestreept ebben” dan “Makasar ebben”. Kayu-kayu ini awalnya dieksploitasi dari beberapa kawasan hutan dari bagian utara pulau Sulawesi yaitu di Bolaang Mongondow, Gorontalo dan beberapa lokasi sentra penghasil kayu eboni dari Sulawesi Tengah seperti Palu, Poso, Dongala, Parigi, Moutong dan Toli-Toli Kinho, 2013.Keberadaan kayu eboni kini tengah menjadi perhatian di kalangan konservasionis dunia. Jumlahnya di hutan alam yang terus menurun memicu perdebatan agar spesies langka ini sudah sangat perlu dilindungi agar tetap eksis sebagai kekayaan hayati dunia. Untuk itulah maka pada tahun 2013, Eboni telah dimasukkan oleh resolusi sidang IUCN organisasi konservasi dunia ke dalam Apendix II CITES konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam, yang artinya spesies ini hanya dapat diperdagangkan dalam batas tertentu, sehingga dalam proses pemanenannya harus mengikuti aturan spesifik terkait kuota yang diizinkan untuk Indonesia telah ikut meratifikasi CITES tersebut dan melalui kementerian kehutanan telah ikut mengeluarkan regulasi pelestarian eboni melalui Permenhut No. 57/Menhut-II/2008. Dengan berbagai dukungan peraturan inilah maka upaya perlindungan dan konservasi Eboni, baik oleh masyarat sipil maupun organisasi pemerintah, akan semakin kuat dalam konteks kolaborasi konservasi demi menjamin keberlangsungan kayu eboni agar tetap eksis dan lestari di bumi Sulawesi. Konservasi Ex-Situ, Langkah Kecil Melestarikan EboniMengingat semakin langkanya jumlah pohon eboni yang tersedia di hutan-hutan alam Sulawesi, maka perlu dilakukan langkah-langkah konkret sebagai upaya terakhir menyelamatkan spesies flora paling eksotis se-Indonesia ini. Untuk itulah BP2LHK Manado sebagai UPT BLI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyikapinya dengan berbagai rencana strategis terkait konservasi Eboni. Salah satunya adalah dengan membangun sebuah lokasi konservasi secara ex-situ yang diberi nama “ Arboretum Kawanua “. Arboretum Kawanua sendiri dibangun di atas lahan seluas Ha dan merupakan kebun koleksi pohon yang berisi kurang lebih 50 spesies pohon dari berbagai jenis. Di arboterum inilah eboni dipelihara secara ex-situ sebagai upaya pelestariannya yang sudah sejak lama digagas oleh beberapa peneliti di BP2LHK Manado. Adapun beberapa jenis eboni yang ada di Arboretum Kawanua antara lain Diospyros celebica Bakh., Bakh., Bakh., Blanco., Koenig, dan satu jenis pohon eboni endemik Sulawesi utara, yaitu Diospyros minahasae. Bila dibandingkan secara apple to apple dengan koleksi eboni di kebun raya Bogor yang merupakan kebun botani yang cukup besar di Indonesia, Arboretum Kawanua sedikit lebih banyak dalam hal koleksi eboni hidup. Julianus Kinho, Peneliti Eboni BP2LHK Manado, mengungkapkan bahwa di Kebun Raya Bogor, terdapat 32 spesies Diospyros, dan hanya 4 jenis saja yang dikenal sebagai Eboni, yaitu D. celebica, D. Lolin, D. macrophylla, dan D. pilosanthera. Sementara di Arboretum Kawanua yang dikelola BP2LHK Manado, terdapat 13 species Diospyros, dan ada 5 jenis diantaranya yang diidentifikasi sebagai Eboni, yaitu, D. celebica, D. rumphii, D. Lolin, D. pilosanthera, dan D. Ebenum. Dengan perbandingan inilah, maka bisa dikatakan bahwa Arboretum Kawanua Manado berada satu tingkat lebih tinggi mengalahkan Kebun Raya Bogor terkait koleksi hidup eboni!Di bawah ini akan diuraikan sedikitnya 5 jenis Eboni yang ada di Arboterum Kawanua Manado berikut masing-masing bentuk dan perawakannya berdasarkan buku hasil penelitian oleh Peneliti BP2LHK Manado, Julianus Kinho, yang berjudul “ Mengembalikan Kejayaan Eboni di Sulawesi Utara. 1. Diospyros philosanthera BlancoDeskripsi Mofologi dari jenis ini antara lain; Pohon dengan tinggi 20-30 meter, diameter 73,2-120 cm, Batang mulus, kulit hitam,berlekah, batang tidak berbanir. Daun tunggal, duduk daun selang-seling, pangkal daun membulat, ujung daun meruncing, permukaan daun licin tidak mengkilap. Panjang daun cm, lebar daun cm, panjang tangkai daun cm. Tepi daun rata percabangan baru keluar dari ketiak daun. adapun wilayah penyebaran yaitu di sekitar TWA. Batu Putih, CA. Tangkoko, Bitung, Toraut, Pusian, Bolaang Mongondow, Hungoyono, Tulobolo, Bonebolango, dan Bohusami Pohuwato.2. Diospyros ebenum Koenig Diospyros ebenum Koenig, Family Ebenaceae Dok J. Kinho, 2013 Deskripsi Mofologi dari jenis ini antara lain ; Pohon sedang hingga besar dengan tinggi 15 m dengan diameter 20-30 cm, pola percabangan melingkar dengan internodes, Tekstur kulit mulus, coklat kehitaman, habitat tepi pantai sampai hutan dataran rendah 45 m dpl. Daun tunggal. Panjang daun cm, lebar daun cm, panjang tangkai daun 1 cm, permukaan daun licin, mengkilap hijau tua, belakang daun hijau muda cerah. Pangkal daun rata, ujung daun membulat, tepi daun rata, duduk daun selang-seling. Buah berbentuk bulat, licin, berstipula dengan diameter + cm. Buah tungal, buah terletak di ketiak daun, buah berlokus 2 dua. adapun wilayah penyebaran yaitu ; TWA. Batu Putih, TWA. Batuangus Bitung, Sulawesi Utara 3. Diospyros lolin Bakh Diospyros lolin Bakh, Family Ebenaceae Dok 2013 Deskripsi Mofologi dari jenis ini antara lain ; Pohon dengan tinggi 10-12 m, diameter 20-40 cm. Kulit batang hitam, beralur. Daun tunggal, duduk daun bersilangan, bentuk daun lanset, pangkal daun runcing, ujung daun runcing, tepi daun rata. panjang tangkai daun 0,9-1,3 cm. panjang daun 15,2-26 cm. lebar daun 5,4-8,8 cm. Permukaan daun hijau tua, mengkilap, khususnya pada daun muda, urat daun pada belakang daun tidak tampak. Habitat di lereng bukit dan pinggiran sungai. Tumbuh berkelompok, kadang-kadang dijumpai tumbuh soliter di perbukitan pada hutan dataran rendah. adapun wilayah penyebarannya antara lain ; Subaim, Halmahera Timur Maluku Utara4. Diospyros rumphii Bakh kolase - ilustrasi pribadi Deskripsi Mofologi jenis ini antara lain ; Pohon dengan tinggi 15-20 m, diameter 40-60 cm. Daun tunggal, duduk daun bersilang, pangkal daun runcing, ujung daun runcing, permukaan daun licin mengkilap, belakang daun hijau muda tidak berbulu, pucuk daun muda berwarna putih keperakan dan berbulu halus berwarna keperakan silver, panjang tangkai daun 1 cm, panjang daun 20-21 cm, lebar daun 7,5-21 cm, tepi daun rata. Buah muda berbentuk bulat telur, buah agak tua kadang-kadang bulat. Kelopak buah membelah 3, kadang-kadang membelah 4. Panjang buah 4,6 cm. diameter buah 3,7 cm. buah berwarna hijau, permukaan buah terdapat bulu halus berwarna coklat. Dalam 1 buah terdapat 5-7 biji, ukuran biji 2,9 x 1,4 cm. buah bergetah bening agak lengket. Buah dimakan oleh burung kelelawar. adapun wilayah penyebarannya adalah di sekitar Danowudu Bitung, Sulut, Talise Minahasa Utara, Sulut, Pusian Bolaang Mongondow, Sulut, Talaud Sulut, Maluku Utara. 5. Diospyros celebica Bakh kolase - ilustrasi pribadi Deskripsi Mofologi jenis ini antara lain ; Pohon lurus, tinggi mencapai 40 m dengan batang bebas cabang 10-21 m. Diameter pohon mencapai 100 cm, pohon berbanir dan tinggi banir 3 m. Kulit luar berwarna hitam,bagian yang berwarna merah muda putih, sawo muda. Kulit beralur banyak agak mengelupas kecil-kecil. Kayu gubal berwarna putih, merah muda, tebalnya 4,5-7 cm, kayu teras berwarna bergaris coklat atau coklat bergaris hitam, garis tersebut kecil sampai lebar. Bila dilihat penampang garis merupakan gelang melingkar. Susunan daun dua baris berselang seling, bentuk jorong panjang 12-35 cm dan lebar 2,5-7 cm, tak berdaun penumpu; permukaan bawah daun berbulu melekat, warna daun hijau tua. Kuncup bunga hijau, bunga putih, buah muda hijau, buah merah kuning atau sawo berbulu. Buah berbakal biji 10, tetapi yang menjadi biji 2-8. Kulit biji tua berwarna hitam. Tumbuh pada ketinggian tempat 10-400 mdpl, tumbuh pada bermacam-macam tanah seperti tanah berbatu-batu, liat, mengelompok atau berpencar. Adapun wilayah penyebaranya adalah di sekitar Maros, Barru, Sidrap, Malili Sulawesi Selatan, Parigi, Moutong Sulawesi Tengah, Kalumpang, Tommo, Kalukku Mamuju, Sulawesi Barat.REFERENSIKinho, J. 2013. Mengembalikan Kejayaan Eboni di Sulawesi Utara. Balai Penelitian Kehutanan, 2013. 13 Jenis Eboni di Sulawesi Utara. Balai Penelitian Kehutanan, ManadoKinho, J. tanpa tahun. Eboni Diospyros rumphii Bakh. Booklet Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Manado 1 2 3 4 5 Lihat Nature Selengkapnya
Keanekaragaman Hayati > Pohon Nama Umum Kayu Hitam Nama Ilmiah Diospyros celebica Nama Internasional Black ebony, Makassar Ebony Nama Lokal kayu itam, toetandu, sora, kayu lotong, dan kayu maitong. Asal Sulawesi, Indonesia Ciri-ciri kayunya bertekstur dan berwarna belang hitam-coklat Manfaat Furniture Tentang Kayu hitam Sulawesi merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia asli, tepatnya dari Pulau Sulawesi. Pohonnya dikenal sebagai penghasil kayu dengan nilai jual yang tinggi. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Diospyros celebica. Kata ?celebica? berasal dari kata ?Celebes? yang berararti dataran Sulawesi. Kayu hitam merupakan tanaman endemik Sulawesi. Pohon ini menghasilkan kayu yang berkualitas sangat baik. Warna kayu coklat gelap, kehitaman, atau hitam berbelang-belang kemerahan. Dalam perdagangan internasional kayu hitam sulawesi ini dikenal sebagai Macassar ebony, Coromandel ebony, streaked ebony atau juga black ebony. Kayu hitam sulawesi terutama digunakan untuk mebel yang bernilai jual mahal, ukiran dan patung, alat musik misalnya gitar dan piano, tongkat, dan kotak perhiasan. Legenda kayu hitam ebony saat ini menjadi kisah tradisional di India. Menurut legenda, kayu hitam ebony berasal dari kisah Ramayana. Sebelum pertempuran Lanka berlangsung untuk menyelamatkan Sita, Hanuman Dewa monyet dikirim oleh Ramachandra untuk melakukan survei di kota Lanka yang tangguh. Hanuman, anak Vayu atau angin, mengikat sepotong kain yang dibasahi minyak ke ekornya kemudian menyalakannya. Hanuman melompat dari atap ke atap rumah, sehingga membuat kota itu terbakar. Setelah itu melompat kembali ke tempat yang aman, dia mengusap tangannya yang menghitam ke pohon Ebony. Sejak saat itu kayu ebony menjadi berwarna hitam. Sumber Ayo Berkolaborasi Untuk jadikan kota-kota Indonesia lebih lestari, Ayo kita lakukan bersama
Kayu hitam atau kayu eboni [Diospyros celebica Bakh], merupakan kayu endemik Sulawesi yang telah diperdagangkan sejak abad ke-18. Karena kualitasnya yang baik, kayu ini termasuk komoditas ekspor yang sangat mahal dan mempunyai banyak kegunaan termasuk untuk tiang jembatan, venir mewah, mebel, patung, ukiran, dan hiasan rumah. Akibat eksploitasi tanpa mempertimbangkan kelestarian produksi dan illegal logging, di Sulawesi Tengah potensi eboni di hutan alam berkurang. Kayu eboni berada di Provinsi Sulawesi Tengah pada wilayah Kabupaten Poso, Donggala, dan Parigi. Di Sulawesi terdapat flora yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namanya Diospyros celebica Bakh. Tumbuhan ini sering disebut dengan nama kayu hitam atau kayu eboni. Kayu endemik Sulawesi ini diperkirakan telah diperdagangkan mulai abad ke-18 dan dilaporkan sebagai kayu mewah di Indonesia. Kayu bernilai tinggi ini dapat dilihat di Provinsi Sulawesi Tengah, wilayah Kabupaten Poso, Donggala, dan Parigi. Coraknya indah, dengan kayu teras berwarna hitam bergaris kemerah-merahan. Dalam buku berjudul “100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati” [2019], dijelaskan bahwa eboni merupakan pohon sedang dengan batang lurus yang dapat mencapai tinggi 40 meter. Daun tunggalnya berseling, berbentuk memanjang, berukuran 10-35cm x 2-7 cm. Permukaan bawahnya berbulu halus dan berwarna hijau abu-abu. Permukaan atas daun mengkilap, hijau tua. Bunganya mengelompok pada ketiak daun, berwarna putih. Buahnya bulat telur, berbulu. Buah muda berwarna hijau dan buah masak berwarna kuning sampai cokelat. Pohon ini tumbuh di hutan primer dataran rendah pada tanah liat, pasir, atau tanah berbatu yang mempunyai drainase baik, pada ketinggian kurang dari 400 mdpl. “Karena kualitasnya yang baik, kayu ini termasuk komoditas ekspor yang sangat mahal dan mempunyai banyak kegunaan. Seperti untuk tiang jembatan, venir mewah, mebel, patung, ukiran, dan hiasan rumah. Jenis ini merupakan flora identitas Sulawesi Tengah,” demikian penjelasan di buku tersebut. Salah satu lokasi yang melakukan pengolahan kayu eboni ada di Kelurahan Ranononcu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tempat ini sebelumnya dikenal sebagai pusat pembuatan suvenir yang bahannya dari kayu eboni. Kayu tebal dan keras itu disulap menjadi replika kapal pinisi, gantungan kunci, sendok garpu, asbak, kemudi kapal, papan nama, dan lain sebagainya. Baca Kayu Eboni Terbatas, Mampukah Perajin Kecil Bertahan? Kayu eboni yang dibentuk sesuai kebutuhan. Foto Shutterstock Dalam Jurnal Agroland, Agustus 2015, berjudul “Sebaran, Potensi, dan Kualitas Kayu Eboni di Sulawesi” disebutkan bahwa eksploitasi tanpa mempertimbangkan kelestarian produksi dan illegal logging di Sulawesi Tengah, menyebabkan menurunnya potensi eboni di hutan alam. Pemerintah, ketika itu mengeluarkan SK Menteri Kehutanan No. 31/KPTS-IV/86 mengenai penertiban kayu eboni [pelarangan penebangan baru]. Selain itu, sejak 1998, dalam Daftar Merah IUCN, kayu eboni dimasukkan kategori Vulnerable. Pada 12 Juni 2013, jenis ini masuk Appendix II CITES yang berarti hanya dapat diperdagangkan berdasarkan kuota. Penelitian tersebut menjelaskan daerah utama penyebaran eboni di Sulawesi Tengah. Meski demikian eboni dapat juga ditemui di daerah selatan yaitu Maros [Sulawesi Selatan] dan paling utara, perbatasan Sulawesi Tengah dengan Gorontalo. Untuk sebaran dan potensinya di Sulawesi, hingga kini belum diketahui pasti. Untuk tegakan tersisa, diperkirakan hanya ditemukan pada areal dilindungi, sedangkan di luar areal tersebut diperkirakan cenderung berkurang terutama di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat akibat laju deforestasi. Baca Rukam, Pohon Berduri yang Digunakan Melawan Tentara Belanda Bentuk daun dari pohon eboni. Foto Shutterstock Menariknya, dalam sebuah laporan penelitian KontraS [Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan] Februari-Maret 2004 berjudul “Bisnis Militer di Poso, Sulawesi Tengah” dijelaskan bahwa kayu yang populer dengan banyak sebutan, misalnya fancy wood, banyak diminati orang, baik di dalam maupun luar negeri. Untuk luar negeri, negara-negara yang banyak memesan antara lain Jepang, Hong Kong, Italia, Eropa dan Malaysia. Masing-masing tujuan memiliki jenis kayu yang disukai. Penjualannya menggunakan penghitungan kilogram, berbeda dengan di Indonesia yang dihitung dengan kubik [m3]. “Karena itu, harganya tergolong tinggi untuk ukuran kayu alam. Satu kubik di pasaran gelap, biasanya di Malaysia, Jepang atau China, sekitar 5-6 juta Rupiah. Sedang harga patokan pemerintah ketika itu cuma 3-4 juta Rupiah. Untuk penjualan kayu hitam harus dalam bentuk jadi, tidak bisa gelondongan,” demikian penjelasan laporan itu. Baca juga Terancam Punah, 30 Persen Spesies Pohon di Bumi akibat Penebangan dan Perubahan Iklim Pohon eboni yang kayunya bernilai tinggi. Foto Dok. KLHK Abdul Haris Mustari, dalam bukunya “Manual Identifikasi dan Bio Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi” menjelaskan, di Indonesia terdapat tujuh spesies anggota genus Diospyros, yaitu Diospyros celebica Bakh, D. rumphii Bakh, D. lolin Bakh, D. ebenum Koen, D. ferrea Bakh, D. pilosanthera Blanco, dan D. machrophylla Blanco. Dari tujuh jenis kayu tersebut, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat diminati konsumen di pasaran kayu domestik dan internasional adalah Diospyros celebica dan Diospyros rumphii. Keberadaan Diospyros celebica di daratan utama Sulawesi, sementara Diospyros rumphii di Kepulauan Sangihe dan Talauh di Sulawesi Utara, serta di Halmahera dan Morotai. “Diospyros celebica dan Diospyros rumphii memiliki kesamaan corak dan kualitas, sehingga kadang dianggap sama di pasaran,” tulisnya. Artikel yang diterbitkan oleh
Nilai Jawaban Pertanyaan/Petunjuk EBONI Kayu hitam berpangkal Sulawesi ULIN Pohon papan ferum; bulian ARANG Calit Hitam Dari Pembakaran YAKI Monyet Berwarna Hitam KULINTANG Alat musik tradisional dari Sulawesi Paksina, dibuat berasal bilah-bilah papan serupa gambang KEDAUNG Tanaman besar tingkatan hingga ke 50 m, berbuah kedelai, dapat dibuat obat, bijinya berwarna hitam dan enggak beraroma Parkia biglobosa BELAK 1 belang putih pd kulit karena suatu komplikasi; 2 telau utas berwarna hitam pd kayu karena bentuk urat kayu ABU-Bubuk Warna kelabu; warna seperti serdak kayu cengkut, terjadi dengan mencampur pigmen hitam dan putih sama banyaknya; keabu-abuan berwarna agak kelabu; mendekati rona kelabu KOLINTANG Alat musik pukul khas Sulawesi JADAM 1 pati pecah kayu gaharu, hitam warnanya, biasa dipakai untuk obat kas dapur dsb; 2 sintesis logam, berwarna spektakuler renta, untuk melapis selaka, menghitamkan fidah, dsb SIAMANG Kera ki akbar bersurai hitam SEMUT Hewan kecil warna hitam di jenggala BENANG …arang atau jelaga, dipakai lakukan membuat garis pd kayu; — bol tali yang terka besar; — mas sutra lumat dari emas kerjakan menyulam dsb; — nenas be… KULIT Pemalut biji buah, papan, telur, dsb Cirit … lalat bintik hitam di kulit KAYU …polah pencuri datang; — anduan sj tanaman; — arang tiang yang keras, warnanya hitam; — api gawang yang dipakai bikin bahan bakar; — bakar kayu api; — b… KUMBANG Serangga yang samudra dan hitam berkilap warnanya Batu 1 berangkal, bongkah, cadas, karang, kerakal, kerikil, watu cak; 2 sela; 3 akik; 4 lampu senter; 5 biji biji kemaluan; — asah batu amril, godaan canai, batu gosok… MATA …il, mata kail, pepas; — kain dandan, motif; — kayu matan, teras kayu, buta huruf; — keranjang bingkatak darat, hidung belang, netra perempuan, rambang… TALI …b; — lalai lay tali kapal perahu bagi memutar tiang palang wadah menggantungkan jib; — gala dasi — lidah urat di bawah pengecap; — liung gabung p… Peranti 1 barang nan dipakai untuk mengerjakan sesuatu; peranti; gawaian — tukang kayu; — pertanian; 2 komoditas nan diapakai cak bagi mencapai suatu mak… ANAK Cak bagi … mengapa coba-coba tagline iklan minyak kusen steril Caplang ITEM Hitam LANGKING Hitam LOTONG Hitam
kayu hitam dari sulawesi tts